(wuiihh serem juga baca judulnya..hehe.. So, here we go…)
“pap..pap..pap..”
Telapak tangan kanannya menepuk-nepuk meja kerjanya. Klo tepukannya lebih keras lagi, mungkin bakal mirip petarung yang telah KO terkunci oleh lawannya, yang menyatakan menyerah dengan menepuk-nepuk lantai ring pertarungan. Sementara itu bibir dalam kondisi mingkem rapat dan dahi sudah mulai berkerut..
Didepannya, seonggok benda pekerja sedang memproses perintah majikannya. Lemoootttt banget.. Nge-burn DVD aja lamanya minta ampun.. Memory-nya belum di upgrade, tapi udah dibebani berbagai macam software yang menunjang pekerjaannya (kasihan sekali..kerja rodi nak..
)
Biarpun sudah maklum, tapi tetap saja..jari-jemarinya mulai mengetuk-ngetuk meja dengan irama cepat, tanda ketidaksabarannya yang mulai memuncak menunggu laptop kesayangannya memproduksi sebuah DVD. Ditambah lagi, jam sudah menyimpang jauh, lewat dari jadwal pulang kerja.. Padahal ia sudah ada janji sepulang kerja nanti. “Harusnya ni kerjaan dikasih dari tadi..huuhh..”, akhirnya ia mengeluh..
“Dingg…”, salah satu window mozillanya nge-hang! “not responding” katanya.. Fiuuhh… lengkap sudah alasannya untuk melegalkan kemarahannya.. Tiba-tiba saja ia menggenggam laptopnya dengan kedua tangannya. Lalu dibantingkan dengan gemes dan kesalnya ke lantai keramik ruangannya.
“Prakkk..!!!!”
Pecah.. LCDnya retak terpecah menjadi beberapa bagian kecil.. Sebagian ada yang masih menempel di kerangka monitor, sebagian lain ada yang terhambur ke lantai. Belum cukup ia melampiaskan kekesalannya, ia menginjak-injak keyboardnya berulang kali.. sampai ikut retak dah tuts-tuts hurufnya terlepas dari kerangka..persis seperti nasib LCD tadi.
Beberapa orang yang masih tersisa di ruangan itu ternganga-nganga dengan kelakukan “gila” salah satu rekan kerja. Heran, mereka menatap sahabatnya itu sambil heboh menanyakan apa yang sedang terjadi sehingga ia bisa segitu marahnya. Tapi ia tak menjawab.. Hanya menarik nafas panjang, tanda kemenangan. Laptop dan ruangan saksi bisu amarah ditinggalkannya. Ia meraih tas besarnya dan melangkah keluar kantor, pergi begitu saja dari semua tanda tanya yang masih terus mengikutinya…
…….
“flasshh…”
Ia terjaga dari imaginasi liarnya.. Didepannya masih ada laptop pertama miliknya yang ia beli atas hasil keringatnya sendiri setelah bekerja selama 1 tahun. Di layarnya, status burning DVDnya masih belum selesai. Window yang lain juga masing nge-hang..
“Astaghfirullah hal adzim..”, ia beristighfar. Langsung saja, ia bertindak cepat mengatasi error system laptopnya. Ia menutup semua pekerjaan yang kurang penting dibandingkan tugas yang mesti diselesaikannya sore itu. Ah… masih saja nge-hang bahkan untuk membuka task manager ~_~ tapi ia tetap berusaha untuk menyelesaikannya. Sambil sesekali menunduk lesu karena laptopnya masih lemot juga
fiiuuhh.. ![]()
Sembari berusaha untuk “menaklukkan” laptopnya, ia membatin dan bersyukur.. Alhamdulillah…semua “kegilaan” tadi hanya imaginasinya saja. Ia mengelus dadanya.. Menenangkan jiwanya yang semula terbakar kekesalan untuk bersabar. Ia berdialog, mengingatkan kalau hari itu mereka sedang berpuasa sunnah. Alangkah meruginya kalau sampai amarah tadi memakan semua pahala puasanya.. Membiarkan syaitan menguasainya di detik-detik menuju berbuka. Ditambah lagi, kalau jadi membanting laptopnya..ia harus menabung lagi untuk membeli yang baru kan??
“Haha..”, ia tertawa kecil… Matanya melirik, menyapu ke sekeliling ruangan dan mendapati rekan-rekannya juga masih sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Ia tersenyum, apa jadinya kalau ia jadi membuat kerusuhan senja itu.. ![]()
Entries (RSS)