Pagi itu ke kantor giliran memakai jilbab warna krem berbahan sutra dengan garis-garis ungu. Sutra, bahannya agak melayang dan tipis. Jadi, seperti biasa aku harus merangkapnya dengan sebuah jilbab putih polos di bagian dalamnya.
Sudah hampir 10 menit aku berdiri di depan kaca untuk memasang jilbab itu.. Entah, kali ini cukup ribet, agak gak kooperatif jilbabnya. Jilbab yang luar ga kompak sama jilbab dalamnya. Pertama-tama, jilbab yang dalam dipasangkan/disatukan dengan jilbab luar. Kasih space yang cukup lebar agar jilbab dalam tidak terlihat ke luar. Lalu,lipat jadi segitiga.. Jilbab putihnya di dalam ya.. Namanya juga jilbab daleman..hehe.
Udah?? Pakai ciput, trus pasang deh jilbabnya.. Di session ini, juga masih dperlukan keterampilan dan ketelatenan.. Lipat sana lipat sini, merapikan kain bagian depan agar tidak terlihat riweuh dan menambahkan bros di sisi Pojok Kanan ataS (kampanye dah abis kan??hehe). Jangan lupa kasih jarum di sisi kanan dan kiri lipatan jilbab di sekitar telinga agar jilbabnya gak miring-miring.. Huaaa..finally alhamdulillah selesaaaii…
Melengganglah aku keluar kamar.. Trus menyiapkan tas yang akan dibawa. Tas punggung hampir kupakai..gak sengaja ngelewati kaca besar dekat ruang tengah.. Mataku tertuju pada jilbab bagian kiri belakangku. Ternyata jilbab dalamannya menyembul keluar..
“Kyaaa…jilbab dalamnya keliatan..gak rapi..”, aku setengah histeris..
Memicingkan mata dan membatin.. “Mesti mengulang kembali ritual pemasangan jilbab”.
Padahal jam dinding dah tereak-tereak menyuruhku cepat berangkat kerja. “Vina..dah lewat 5 menit nihhh!!”, ujar si jam dinding dalam khayalku.. ~_~
“Okey-okey.. aku akan merapikannya dengan cepat..”, aku berusaha gak panik..
Sembilanan menit berlalu..Taraa… Selesei juga jilbabnya. Aku berkaca lagi..fiiuuhh….ternyata masih juga balapan jilbabnya..
“Gak papa dah, mendingan dari yang tadi..daripada kelamaan berangkat ngantor..”, pasrah..hihi..
Dan seharian ini akan kulalui hari-hariku dengan jilbab -semi- balapanku (pake kata “semi”, soalnya kadang balapan, kadang nggak klo aku ingat merapikannya).
Eh, tadi aku nyebut “balapan jilbabnya” ya?? Mungkin ada yang gak ngerti itu istilah apa.. Itu istilah aku dapatkan pas jaman kuliah dulu. Istilah itu muncul di kalangan akhwat (ya iya..sejak kapan ikhwan pake jilbab..wkwkwk..).
Istilah “jilbab balapan” ditujukan untuk pemakaian jilbab dobel tapi kurang rapi. Jilbab dobel/rangkap yaitu pemakaian dua jilbab, satu yang diluar, satunya lagi yang ngerangkep didalam untuk mengantisipasi nerawangnya jilbab yang diluar. Tapi karena sesuatu dan lain hal, ternyata jilbab dalamannya ikut menyembul keluar. Jadi, kelihatan sisi jilbab dalam itu ‘mendahului’ jilbab yang luar. Yah..karena posisinya saling mendahului, akhirnya disebutlah jilbab balapan.. Bukan balapan jilbab lo.. Hoho..
my lovely office, 14 April 2009
akhwat..akhwat.. ribet seru bgt siihh..
Entries (RSS)